Selasa, 03 September 2024

Kenapa Depok Disebut Kota Petir?

 


Depok tercatat dalam Guinness Book of World Record sebagai kota dengan petir paling ganas di dunia. Dari hasil penelitian Prof. Dr. Ir. Dipl. Ing. Reynaldo Zoro (peneliti petir dari Institut Teknologi Bandung), terdapat arus negatif di Depok dan memiliki kekuatan sekitar 379,2 KA (Kilo Ampere) serta petir positifnya berkekuatan sekitar 441,1 KA. kekuatan itu dapat menghancurkan bangunan yang terbuat dari beton.

Reynaldo Zoro melakukan penelitian menggunakan teknologi pengukur petir bernama Lighting Posistion and Tracking System (LPATS) dan penelitian ini dimulai April 2002.

Selama tahun 2001, Depok mengalami 340 kali sambaran positif dan 82.250 kali sambaran negatif. Sambaran sebanyak itu diduga karena kandungan besi tanah di Depok cukup tinggi.

Munculnya petir juga didukung oleh meteorologis di Indonesia yang cukup tinggi tiap tahunnya. Petir biasanya dihasilkan jika ketiga faktor terpenuhi yaitu pertama ada partikel bebas (aerosol), punya kelembaban, serta udara naik.

Nah tiga syarat ini bisa dipenuhi dengan baik oleh negara kita. Depok khususnya Sawangan dan Cinere adalah daerah strategis munculnya petir karena kedua daerah tersebut terpengaruh oleh angin dari lembah, darat, serta laut.

Selain faktor-faktor tersebut di atas, Dr Erma Yulihastin Pakar Klimatologi Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, menjelaskan bahwa Depok memiliki suatu hal menarik dari topografi dan letak geografisnya. Depok ada di pertengahan antara Bogor dan Jakarta, serta dekat dengan gunung, karena itu wilayahnya menjadi daerah transisi.

"Pembentukan awan-awan yang mulanya muncul dari gunung, kita sebutnya adalah orografis, peran dari gunung-gunung yang membuat awan itu terbentuk ini, itu kan larinya ke mana? Ke dataran yang lebih rendah," ujar Dr Erma.

Sebelum ke Jakarta, awan-awan beriringan menuju Depok terlebih dahulu. Karena itu, Depok menjadi area transit dan pertemuan awan. Siklusnya seperti itu dan hampir terjadi setiap hari.

Petir merupakan proses dari pelepasan listrik yang tidak hanya terjadi dari awan ke Bumi, tapi juga bisa terjadi dari awan ke awan. Sehingga, pertemuan awan juga bisa menghasilkan petir.

Jadi, itulah mengapa sering ada petir di Depok. Semua dikarenakan Depok menjadi tempat pertemuan awan-awan yang terbentuk di sekitarnya.

Menguak Fakta Bogor Kota Seribu Angkot

 



Selain kota hujan, Bogor kerap dijuluki “kota seribu angkot”. Julukan ini bisa punya konotasi negatif atau positif.

Bogor memang memiliki punya banyak armada angkutan kota atau angkot. Pertumbuhan angkot di Kota Bogor beriringan dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Bogor. Sehingga masyarakat membutuhkan transportasi umum cepat dan murah untuk menunjang aktivitas.

Jumlah penduduk Kota Bogor tahun 2020 berdasarkan hasil Sensus Penduduk mencapai 1.043 juta. Tahun 2021, penduduk Kota Bogor bertambah menjadi 1.052 juta dan pada 2022 menjadi 1.099 juta penduduk.

Walau pertumbuhan penduduk tinggi setiap tahunnya. Tetapi, pertumbuhan jumlah kendaraan lebih besar mencapai 7,51% setiap tahun. Tidak heran kenapa Bogor disebut Kota Seribu Angkot.

Banyaknya angkot di Kota Bogor sangat tidak efisien. Dalam satu trayek dapat dilalui oleh empat jenis angkot. Pertumbuhan angkot di Kota Bogor dapat menyebabkan kemacetan.

Pemerintah ingin menghapus citra Bogor sebagai Kota Seribu Angkot dengan menata ulang transportasi umum. Pada tahun 2021, sekitar 147 unit angkot dihentikan operasinya karena sudah tidak layak.

Meski begitu pemerintah menggantinya dengan 49 unik BusKita atau Bus TransPakuan. Peluncuran BusKita merupakan layanan transportasi umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT). Terdapat 6 koridor transit bus di Kota Bogor.

Jumlah penduduk Kota Bogor tahun 2020 berdasarkan hasil Sensus Penduduk mencapai 1.043 juta. Tahun 2021, penduduk Kota Bogor bertambah menjadi 1.052 juta dan pada 2022 menjadi 1.099 juta penduduk.

Walau pertumbuhan penduduk tinggi setiap tahunnya. Tetapi, pertumbuhan jumlah kendaraan lebih besar mencapai 7,51% setiap tahun. Tidak heran kenapa Bogor disebut Kota Seribu Angkot.

Sebagaimana dikutip dari republika.co.id, angkot tersebut seragam warnanya sehingga membuat kesan angkutan massal hijau ini sangat merajalela dan mudah ditemukan. "Maka kami anjurkan jika nanti ada tambahan trayek agar menggunakan warna yang berbeda," ujar Sekretaris Organda, Parid Wahdi.

Dengan banyaknya angkot yang beroperasi di Kota Bogor, Parid menyatakan para pemilik angkot menerapkan sistem shift 2-1 untuk menghindari penumpukan angkot. Dengan sistem shift ini, pengemudi menerapkan operasi narik selama dua hari yang diselingi dengan satu hari off.

"Saat ini baru 12 trayek yang melakukan shift 2-1 ini," kata Parid. Namun, diakhir tahun Farid mengatakan seluruh trayek akan menerapkannya.

Agar tidak dijuluki kota sejuta angkot, Parid mengatakan mulai tahun 2011 lalu jumlah angkot tidak akan ditambah. "Apalagi dengan proyek pemerintah nanti yang mulai menerapkan bus kota. Angkot mungkin akan berkurang jumlahnya karena persaingan," ujarnya.

 

Kenapa Bekasi Dijuluki Kota Patriot?


 Menilik sejarah kota Bekasi, julukan kota patriot itu mengakar dari kegigihan perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajah. dalam peristiwa Resolusi Rakyat Bekasi pada 17 Januari 1950, rakyat Bekasi menolak penetapan nama wilayah yang diberikan pemerintahan colonial Belanda yakni Kabupaten Jatinegara. rakyat Bekasi mengajukan usul kepada pemerintah untuk mengubah nama Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi. Perubahan ini disahkan dalam peristiwa Resolusi Rakyat Bekasi pada 17 Januari 1950.

Dalam Resolusi Rakyat Bekasi, masyarakat tidak hanya meminta perubahan nama, tetapi juga menuntut penyerahan kekuasaan Pemerintah Federal kepada Republik Indonesia.

Mereka menegaskan tidak mengakui pemerintahan lain di Bekasi selain pemerintahan Republik Indonesia. Tuntutan ini juga mencakup pengembalian seluruh wilayah Jawa Barat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sikap tegas dan patriotisme rakyat Bekasi menjadi dasar kuat untuk julukan 'Kota Patriot'.

Bekasi juga dikenal sebagai kota yang banyak memasok pejuang. Rakyat Bekasi tak henti berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Berbagai peristiwa pertempuran kerap terjadi di Bekasi, menunjukkan patriotisme dan keberanian rakyatnya.

Salah satu peristiwa yang mencerminkan hal ini adalah insiden Kali Bekasi. Pada 19 Oktober 1945, sebanyak 90 tentara Jepang yang tiba di Stasiun Bekasi langsung disergap dan dibantai oleh rakyat Bekasi. Mayat mereka dibuang ke Kali Bekasi, membuat air kali berubah warna menjadi merah.

Peristiwa bersejarah ini diabadikan melalui Monumen Kali Bekasi yang berada dekat jembatan rel Kali Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Selatan. Monumen tersebut memiliki relief yang mengisahkan keberanian pejuang Bekasi melawan tentara pendudukan.

Bekasi juga dikenal sebagai garda terdepan dalam pertempuran melawan penjajah. Para tentara yang berada di Kali Cakung bertugas sebagai garda terdepan, sementara Karawang menjadi garda belakang dalam menjaga kokohnya lini pertahanan.

 Sikap patriotisme warga Bekasi saat melawan penjajah inilah yang menjadi cikal bakal sebutan 'Kota Patriot'.

Begitu banyak pertempuran di Bekasi tempo dulu yang menunjukkan semangat tak kenal menyerah dari para pejuangnya. 

Bekasi menjadi garda terdepan dalam berbagai pertempuran melawan penjajah.

Para tentara yang berada di Kali Cakung menjadi garda terdepan dalam pertempuran, sementara Karawang termasuk garda belakang dalam menjaga kokohnya lini pertahanan.

Julukan 'Kota Patriot' ini pun tertulis dalam lambang kota Bekasi. Lambang tersebut menampilkan gambar bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak, melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan negara. Lambang ini bukan hanya simbol, tetapi juga cerminan dari jiwa patriotik yang tertanam dalam diri setiap warga Bekasi.

Dilihat dari letak geografis, Kota Bekasi menempati area seluas 210,49 kilometer persegi dan memiliki 12 kecamatan sejak tahun 2020. Di bagian utara dan timur, Kota Bekasi berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor, dan di bagian barat berbatasan dengan DKI Jakarta.

Kisah-kisah heroik dan semangat juang rakyat Bekasi inilah yang menjadi dasar dari julukan Kota Patriot, yang kini menjadi ciri khas dan kebanggaan kota tersebut.

Dengan sejarah yang kaya akan perjuangan dan semangat pantang menyerah, Bekasi layak mendapatkan julukan 'Kota Patriot'.

Semangat ini terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Bekasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menghargai dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan mereka.

 

Senin, 24 Juni 2024

Greenpeace Kirim Balik Sampah ke Unilever



Unilever mendapat “kado” istimewa yakni kiriman balik sampah plastic dari berbagai produk Unilever, 20 Juni 2024. Aksi ini digelar bertepatan dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Unilever, di kantor Pusat Unilever, BSD, Tangerang.

Pengirimnya karungan sampah itu adalah adalah Greenpeace Indonesia. Unjuk rasa ini bagian dari aksi "Kembali ke Pengirim" yang dilakukan aktivis Greenpeace Indonesia. Aksi ini untuk mendesak Unilever bertanggung jawab atas sampah plastik yang mereka hasilkan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam produk-produk mereka. Dalam catatan Greenpeace, Unilever menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di Indonesia, dengan memproduksi 1.700 sachet plastik per detik.

Sampah kemasan saset yang saat ini dikembalikan ke Unilever merupakan hasil pengumpulan yang dilakukan oleh aktivis greenpeace dan masyarakat umum selama satu pekan.

Dari proses tersebut, Greenpeace berhasil mengumpulkan sampah kemasan saset berbahan dasar plastik sebanyak 50 kilogram

Dalam situs resmi Greenpeace Indonesia (greenpeace.) dalam 5 tahun terakhir, Unilever merupakan salah satu perusahaan FMCG terbesar yang selalu masuk ke dalam daftar pencemar tertinggi, baik secara nasional maupun global. Audit Merek yang dilakukan di 4 negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mendapati Unilever sebagai pencemar teratas dengan jumlah total kemasan plastik sekali pakai sebanyak 1.851.

Secara global Unilever memproduksi saset dan berencana akan menjual 53 miliar saset tahun ini, atau setara dengan 1700 saset per detik. Saat ini Unilever global sedang membatalkan komitmen sebelumnya untuk mengurangi penggunaan plastik murni sebesar 50% pada tahun 2025 — target yang diperbarui kini berfokus pada pengurangan penggunaan plastik murni sebesar 30% pada tahun 2026.

Unilever mengklaim menginginkan dunia yang ‘bebas limbah’, namun 99,8% kemasan plastiknya saat ini adalah kemasan sekali pakai. Analisis Greenpeace menunjukkan bahwa dengan laju saat ini, dibutuhkan waktu lebih dari tahun 3000 sebelum 100% produk plastik Unilever dapat digunakan kembali.

Tanggung jawab produsen atas sampah dan secara khusus tentang saset tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 75 tahun 2019 tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen. Mewajibkan produsen, salah satunya industri manufaktur, untuk membuat peta jalan pengurangan sampah dari kemasannya sebesar 30%. pers Green Peace Indonesia disebutkan bahwa

“Saatnya menagih tanggung jawab Unilever, sebagai salah satu produsen FMCG terbesar di dunia, untuk serius menjalani komitmen pengurangan produksi plastik mereka, serta mendesak mereka untuk membuka peta jalan pengurangan sampahnya,” pungkas Ibar Akbar, Plastic Project Lead Greenpeace Indonesia.

 

Selasa, 18 Juni 2024

Tidak Ada yang Mustahil Dalam Politik, Kecuali Menghidupkan Orang Mati

 


Judul di atas saya kutip dari statement Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan. Begitu akomodatifnya politik, apalagi cuma sekadar koalisi, transkasi kepentingan untuk satu tujuan tertentu di masa tertentu.

Akhir-akhir ini muncul desas-desus bahwa PDI Perjuangan membuka peluang untuk mendukung Anies Baswedan untuk maju di kompetisi Pilgub DKI Jakarta 2024. Sebelumnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap Anies Baswedan. Deklarasi meluncur mulus. Publik melihat sebagai kelanjutan dukungan politik PKB Jilid 2 pasca Pilpres 2024. Nah beda ketika PDIP DKI Jakarta menggulirkan wacana dukungannya. Internal PDI Perjuangan pun terbelah.

PDI Perjuangan dan Anies Baswedan adalah air dan minyak. Basis grass root berbeda, basis ideologisnya juga tak sama. PDI Perjuangan ditopang nasioalisme. Sementara garis perjuanagn Anies berpijak pada sentiment ideology Islam. Kendati Anies dan timsesnya membantah, namun materi kampanye, narasi dukungan dan kelompok die hard-nya tak pernah lepas dari Islam garis keras.

Mengutip pendapat pengamat Adi Paryitno, kesamaan Anies dan PDI Perjuangan adalah “kesamaan nasib”. Sama-sama tidak didukung oleh Jokowi dalam Pilpres 2025. Sama-sama merasa mendapat perlakuan tidak adil dalam Pemilu 2024.

Jika terjadi, pertimbangan PDI Perjuangan mendukung Anies mutlak karena kalkulasi electoral. PKS sebagai partai pendukungan Anies menang dalam Pileg di DKI Jakarta. Dalam pilpres, angka dukungan Anies (01) dan Prabowo (02) di Jakarta juga tidak terpaut jauh. Artinya jika suara pendukung Anies dikawinkan dengan pendukungan 03 dalam Pilkada DKI Jakarta, maka secara matematis, pasti mengguli kandidat yang diusung Jokowi atau Prabowo.

Kalkulasi poitik kerap tidak sesederhana itu. Tidak ada jaminan pendukung PDI Perjuangan dan PKS pun akan mendukung Anies dan Pilgub DKI Jakarta mendatang. Terbukti dalam pilpres terjadi anomaly antara hasil Pileg dengan Pilpres.  

Saya setuju dengan komentar Ganjar Pranowo, bahwa soal dukungan terhadap Anies Baswedan perlu “diobrolkan” lagi, ujarnya.

Untuk partai sebesar PDI Perjuangan rasanya sangat naĂŻf jika koalisi didasarkan pada “kesamaan nasib”.

DI Perjuangan memang terlihat panik atau minimal “makin meningkatan kewaspadaan”. Manuver Jokowi masih belum berhenti. Usai berhasil meloloskan Gibran sebagai wakil presiden. Bukan tidak mungkin akan disusul oleh Kaesang di Pilgub DKI, menyusul Boby Nasution yang telah lebih dulu mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sumatarea Utara.

Pertimbangan elktroal paling pragmatis adalah mendorong Anies yang memiliki elektabilitas tinggi di DKI Jakarta untuk menghadang manuver politik Jokowi yang sulit dibaca dan melahirkan tsunami politik bagi Partai Moncong Putih.

Tian Bahtiar

Jurnalis/ Direktur Pemberitaan JakTV

Rabu, 12 Juni 2024

Kecerdasan Buatan Yang Manipulatif



Artificial Intelegence dan berbagai piranti serta aplikasi digital mewabah. Konon, untuk memudahkan kerja manusia. Dahi kolega saya yang memang update dengan kemajuan teknologi mengernyit heran ketika saya tidak tahu aplikasi duplikasi tulisan itu.

“Aduuh.. gak update…. Payah,” keluhnya.

Kolega saya itu menyebutkan 3 aplikasi paling terkenal untuk menduplikasi sebuah tulisan tanpa terlihat plagiasi. Saya sengaja tidak menyebut nama aplikasi itu karena alasan etika.

Dengan menggunakan parafrase , tuturnya, maka setiap orang bisa menduplikasi puluhan tulisan dalam sehari tanpa terdeteksi sebagai plagiasi. Saat ini bahkan tersedia aplikasi untuk membuat skripsi, tesis dan jurnal ilmiah. Wah.. betapa kemajuan jaman mampu menikam orisinalitas berpikir manusia untuk melahirkan karya yang dihasilkan dari proses dialektika.

Saya tidak anti teknologi. Tapi teknologi tidak boleh menggantikan kejujuran dan orisinalitas berpikir dan berkarya. Duplikasi dan pencurian karya adalah dua hal berbeda. Duplikasi tetap diperlukan. Mass product yang dihasilkan mesin adalah contoh duplikasi yang dibenarkan. Tak terbayang jika setiap sepeda motor harus diproduksi hand made setiap partnya. Tapi tidak untuk karya tulis, karangan atau tesis.

Tidak ada satupun yang sungguh-sungguh orisinal di muka bumi ini. Satu sama lain saling mempengaruhi. Itulah gunanya belajar atau membaca literatur. Temuan orang lain bisa dikutip asalkan mencantumkan sumbernya atau diabstraksi sehingga lahir teori baru. Seluruh proses itu tersebut sah secara etika maupun akademik.

Teknologi dibuat untuk memudahkan kerja manusia, tapi tidak untuk kepentingan manipulatif. Seperti sebilah pisau yang bisa digunakan untuk memotong sayur atau membunuh manusia.Teknologi pun demikian.Bisa untuk kebaikan atau sebaliknya. By the way saya baru tahu jika teknologi juga bisa digunakan untuk memalsukan lukisan baru menjadi terkesan kuno dan mirip dengan lukisan aslinya yang berumur 100 tahun lebih. Gila!

Senin, 22 April 2024

Attitude Is Everything


Ada kesalahan mendasar dalam dunia pendidikan, yakni terlalu menekankan pada keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Buktinya, tempat kursus menjamur, sejumlah penyelenggara kursus bahkan menawarkan harga selangit dengan janji peserta mencapai mencapai skor tinggi dan meraih kelulusan. Tapi tidak ada satupun lembaga yang menawarkan jasa pelatihan untuk melahirkan individu yang memiliki sikap, perilaku dan attitude baik dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Mari kita lihat alasan manajemen melakukan PHK terhadap karyawannya. Umumnya karena persoalan attitude. Tidak bertanggung jawab, melakukan tindakan merugian perusahaan, melecehkan karyawan lain dan sebagainya.

Dalam dunia kerja ada 3 kebutuhan dasar yang wajib dimiliki karyawan:

  • 1.     Skill.

Keahlian bisa didapat dari pendidikan formal/ informal, belajar secara tekun dan menjalani praktik kerja. Karyawan juga melengkapi dengan mengurus sertifikasi yang diuji oleh lembaga-lembaga yang memiliki otoritas dibidangnya.

  • 2.     Knowledge

Pengetahuan juga bisa diperoleh dari membaca buku, sekolah, dan berbagai cara lainnya

  • 3.     Attitude

Perilaku dan sikap ini biasanya diperoleh dari komitmen kuat personal. Sekolah biasanya memberikan pendidikan budi pekerti. Tapi komponen angka yang diperoleh dari skill dan knwledege lebih dominan.

Dari 3 komponen dasar itu, attitude menduduki peran paling penting. Skill dan knowledge bisa dipelajari. Tapi attitude adalah perkara sulit yang dibangun dari komitmen kuat individu.

5 Contoh Attidude Yang Baik.

  • 1.     Discipline

Disiplin adalah taat/ patuh terhadap nilai yang dianutnya.

  • 2.     Responsibility

Menjalankan tugas dan tanggung jawab secara sungguh-sungguh. Siap menanggung risiko atas perbuatannya.

  • 3.     Respect

Menghormati diri sendiri, pekerjaan, orang lain dan tim.

  • 4.     Professional

Mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara efektif dan efisien

  • 5.     Humble

Murah hati dan senantiasi bersyukur. Individu seperti ini dipastikan ramah terhadap orang lain

Contoh Attitude Buruk Dalam Dunia Kerja:

  • 1.     Tidak antusias
  • 2.     Sering mengeluh
  • 3.     Sering menggosip
  • 4.    Tidak mau bekerjasama dalam tim
  • 5.   Sering mencari alasanya

Rabu, 21 Februari 2024

Manuver Politik Melalui Jalur Parlemen. Perlukah?


Wacana penggunaan hak angket untuk menyelidiki pelaksanaan Pilpres 2024 saya nilai sebagai manuver politik. Diinisiasi kubu 03 dan disambut kubu 01. Hak angket adalah hak konstitusional anggota DPR. Di setiap kontenstasi berbagai upaya ditempuh untuk meraih kemenangan setidaknya mengganggu proses kemenangan lawan agar terjadi bargaining tertentu.

Hanya saja, inisiatif tersebut jadi terasa mengganggu karena seluruh tahapan pemilu ditetapkan melalui konsensus politik di parlemen. Tiba-tiba muncul langkah intercept dengan rencana mengajukan hak angket ketika proses real count masih berlangsung.

Logisnya, Upaya penyelidikan, gugatan dan sejenisnya baru dilakukan jika KPU secara resmi telah mengumumkan hasil Pemilu 2024.

Hasil real count tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil penghitungan internal pihak yang merasa dirugikan  Jika terdapat gap besar maka ajukan gugatan hukum atau langkah politik untuk membongkar bahkan bila perlu membatalkan hasil Pilpres tersebut. Jika perlu pemilu diulang. Cuma harus jelas pemilu mana yang diulang. Pemilihan presiden atau juga Pemilu Legislatif? Tentu saja caleg PDIP akan sangat dirugikan. Bukankah hasil quick count mereka sebagai pemenang pemilu legislatif?

Transparan dan Bisa dimonitor

Tahapan pemilihan itu dimulai dari tingkat TPS, Desa/ Kelurahan, Kecamatan hingga rekapitulasi di KPU. Disemua tahap terdapat saksi-saksi. Jadi secara proses sangat transparan dan terbuka untuk dimonitor seluruh kandidat dan partai politik.

Di setiap TPS misalnya, terdapat 7 petugas KPPS, ditambah saksi hampir setiap partai politik dan minimal 2 saksi dari setiap timses. Khusus untuk saksi timses, diperkirakan ada 4,8 juta saksi timses yang ditempatkan di dalam TPS dan luar TPS. Setiap timses memiliki saksi berlapis. Setiap 10 – 15 saksi dipimpin 1 kordinator. Mereka akan segera melaporkan hasil penghitungan dan memiliki sistem sendiri untuk merekap hasil perolehan suara.

Jadi sulit dibayangkan adanya kecurangan yang luput dari pengawasan setiap saksi timses yang rata-rata sangat militan. Proses real count KPU bisa dimonitor oleh setiap orang. Mulai dari hasil tingkat propinsi, kabupaten/ kota, kecamatan, kelurahan hingga TPS. Setiap orang bisa memeriksa hasil perhitungan di TPS masing-masing dan membandingkan dengan hasil yang sudah di upload di web KPU.

Untuk mengkomparasi data KPU, kita bisa menggunakan kawalpemilu.org. KawalPemilu adalah inisiatif urun-daya (crowdsourcing) netizen Indonesia PRO DATA, berdiri sejak 2014 untuk menjaga suara rakyat di PEMILU melalui teknologi real count cepat & akurat.

Untuk memastikan hak suara yang telah digunakan oleh masyarakat tidak mengalami kecurangan, maka masyarakat untuk mengawal suara sejak tingkat TPS. Caranya cukup mudah, hanya dengan menggunakan situs KawalPemilu dan mengunggah hasil di TPS masing-masing.

Perlu sikap kenegarawanan dari para politisi untuk menerima hasil pemilu. Seluruh rakyat Indonesia dipastikan menginginkan proses pemilu yang adil. Termasuk pendukungan paslon yang memenangi kontestasi. Ketika pemilu usai, maka kita tidak lagi bicara kelompok tapi Indonesia.

Pelaku bisnis menunda keputusan dan langkah strategis hingga Pilpres menghasilkan pimpinan yang definitif. Rakyat akan menilai siapa yang benar-benar negarawan, siapa “petualang politik” yang gagal mengadu nasib di ajang Pilpres. Saatnya membangun negeri dengan peran dan posisi masing-masing.

Jumat, 15 Desember 2023

Tragedi Jakarta, Alarm Lemahnya Penanganan KDRT


Wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra menilai tragedi penganiayaan yang dilakukan P terhadap isterinya D dan diteruskan dengan pembunuhan ke-4 anaknya adalah alarm lemahnya penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ada rentang waktu yang bisa digunakan oleh polisi untuk mengamankan anak-anak, tapi tidak dilakukan oleh polisi, hingga akhirnya 4 anak-anak itu tewas dibunuh ayahnya.

Kecaman juga diutarakan oleh Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso. Dalam kasus pembunuhan di Jagakarsa ini polisi telah bertindak tidak professional dan melanggar etika.

“Begitu menerima laporan, pelaku harusnya ditahan. Ini kan tidak. Petugas harus disanksi. Propam harus turun dan periksa Apakah saat menerima laporan polisi mengeluarkan surat permintaan pemeriksaan visum et repertum ke rumah sakit? Apakah ada pemeriksaan terhadap si suami yang jadi pelaku? Jangan protektif jangan defensif. Propam harus turun untuk memeriksa prosedur penangan perkaranya,” ujar Teguh dalam talkshow JAKFORUM (14/12).

Sementara Komisioner Komnas Perempuan Maria, Maria Ulfah Anshor menegaskan bahwa umumnya perempuan ketika memutuskan melaporkan KDRT ke polisi, hampir bisa dipastikan bahwa insiden itu bukan yang pertama. Korban melapor karena sudah tidak kuat menahan sakit. Itu biasanya telah terjadi untuk kesekian kalinya.

“Saya mengingatkan Polri agar jangan membebankan pembuktian kepada pelapor. Keterangan korban dan bukti kekerasan pada tubuh sudah merupakan bukti, petugaslah yang harus melengkapi,” jelas Maria Ulfah.

Dari laporan korban ke Komnas Perempuan, banyak keluhan soal beban pembuktian yang harus dilengkapi korban. Hal ini menunjukan sikap polisi tidak memahami soal KDRT, apalagi dalam kasus pelecehan seksual. Sulit untuk menghadirkan saksi, ujar Maria Ulfah.

Dalam kasus Jagakarsa, dalam acara talkshow JAKFORUM (14/12) Maria Ulfah menilai bahwa ada persoalan cara pandang yang keliru dalam memahami dan menangani KDRT. Pertama, KDRT seringkali dilihat sebagai masalah internal rumah tangga sehingga penyelesaiannya dikembalikan ke suami-isteri atau pihak yang bertikai. “sudah babak belur kok disuruh damai. Ada lagi korban perkosaan, malah suruh menikah dengan pelakunya. Ini kan fatal,” jelas Maria.

Kedua, KDRT hanya dilihat sebagai konflik suami-isteri. Anak yang dipastikan jadi korban, justru diabaikan. Contohnya adalah kasus Jagakarsa.

IPW, Komnas Perempuan dan KPAI berharap pemerintah dapat memperhatian nasib ibu korban. Jangan sampai proses hukum yang akan diikuti korban justru menambah trauma pasca ia kehilangan 4 buah hatinya.

Selasa, 05 Desember 2023

JALUR NERAKA DI PARUNG PANJANG


Wajar jika warga Bogor murka. Sejak Bupati Ade Yasin menjabat, hingga dijebloskan ke penjara. Sejak Kang Emil menjabat Gubernur Jawa Barat hingga purna tugas dan kini menjadi bagian dari Tim Sukses Prabowo-Gibran, jalur neraka yang sudah menelan korban jiwa itu tak juga diperbaiki. Jalan khusus untuk truk tambang tak juga terealisasi. Janji pejabat memang susah dipegang. Apalagi setelah tidak menjabat.

Pertanyaan, kemana lagi rakyat harus mengadu? Tim liputan JakTV pekan lalu melakukan liputan ke ruas jalan tersebut. Dari keterangan dua warga setempat, Ishak dan Sauki, ruas jalan tersebut sudah bertahun-tahun rusak akibat dilintasi truk yang mengangkut tambang galian C.

Di siang hari, dalam satu jam bisa 100 truk melintas. Di malam hari jumlahnya bertambah banyak. Belum terhitung truk yang parkir di kanan-kiri jalan yang menyebabkan kemacetan.

Pemerintah daerah sebetulnya telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 120 Tahun 2021 terkait pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan tambang.

Dalam salah satu poin aturan tersebut yang sudah direvisi pada 17 November lalu, ditetapkan jam operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang yang semula berlaku pukul 20.00-05.00 WIB, menjadi pukul 22.00 WIB-05.00 WIB. Artinya truk-truk ini seharusnya baru bisa melintasi jalan tersebut di malam hari. Peraturan tersebut tak digubris. Truk terus lalu-lalang tanpa henti. Kok bisa? Kuat dugaan pelanggaran jam operasional itu diakibatkan maraknya pungli oleh petugas.  Tidak mungkin sopir berani melanggar aturan kalau tidak ada “upeti” yang diberikan.

Jalur Parung Panjang adalah kisah Lampung jilid 2. Bedanya, setelah viral, jalanan Lampung langsung diperbaiki. Tapi ruas jalur Parung Panjang tetap rusak kendati sudah menelan korban jiwa. Berita media tak digubris pejabat. Demo rakyat dianggap angin lalu. Kemana lagi rakyat harus mengadu?

Selasa, 28 November 2023

Mengenal Event Legendaris Cisadane

 


November adalah hajatan akbar warga Kota Tangerang. Festival Cisadane. Tahun 2023 ini digelar pada tanggal 22 hingga 26 November. Warga tumpah ruah, bahkan dari luar kota. Khusus untuk menyaksikan dan terlibat dalam event legendaris ini. Okupansi hotel naik signifikan, dan pelaku ekonomi, termasuk UMKM menangguk rejeki.

Kali ini, Festival Cisadane merilis sejumlah kegiatan budaya dan ecotourism yakni festival perahu naga, lomba arung jeram, pertunjukkan lampion air, festival band, mancing bareng, hingga penampila band-band nasional. Di area Jembatan Berendeng, ratusan stand atau booth membentang sepanjang bantaran Sungai Cisadane, dengan ratusan stand mulai dari pelayanan masyarakat hingga UMKM dan sederet kuliner menarik khas Kota Tangerang.

Event Cisadane, sebagai peristiwa budaya sudah ada sejak tahun 1700-an. Pengaruh budaya Tionghoa sangat kental ditambah dengan pengaruh budaya lokal.

Kilas Sejarah

Dari kajian sejarah berbagai sumber, Sungai Cisadane sebelumnya disebut Ci Gede (Chegujde, Cheguide). Dalam perjalan selanjutnya berubah menjadi Cisadane, sungai terbesar di tanah Pasundan.

Sumber mata air Cisadane berasal dari berbagai mata air di Gunung Pangrango dan Gunung Salak, melintas di sisi barat Kabupaten Bogor, terus ke arah Tangerang dan bermuara di sekitar Tanjung Burung.

Dengan panjang keseluruhan sekitar 126 kilometer, sungai ini pada bagian hilirnya cukup lebar dan dapat dilayari oleh kapal kecil. Pada abad ke-16 Tangerang (disebut oleh Tome Pires sebagai Tamgaram) yang berada di tepi sungai ini, telah menjadi salah satu pelabuhan yang penting namun kemudian kalah oleh perkembangan Banten dan Batavia.

Sebelum disebut Cisadane, sungai ini aslinya bernama Sadane. "Ci" dalam bahasa Sunda artinya sungai. Sedangkan kata "Sadane" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti istana kerajaan. Sehingga nama Ci Sadane  atau Cisadane berarti sungai yang berasal dari istana kerajaan. Kemungkinan yang dimaksud istana kerajaan adalah Kerajaan Pajajaran dengan Ibukota di Pakuan, Bogor.

Ada pula pendapat lain yang menyebut, "Sadane" berasal dari kata “Sadhana” yang mengandung arti “Jalan Kebijaksanaan”. Seperti kita ketahui, Kerajaan Pajajaran merupakan kerajaan yang menganut agama Hindu yang sangat menghormati air sungai dari gunung sebagai sarana untuk membersihkan diri menuju jalan kebijaksanaan. Cisadane yang dulu mengalir bersih menjadi sungai suci bagi masyarakat Hindu Kerajaan Pajajaran.

Apabila dihubungkan dengan kata “Ci” dalam bahasa Sunda yang berarti sungai, maka nama "Ci Sadane" atau Cisadane berarti sungai suci untuk menuju jalan kebijaksanaan yang berasal dari istana Kerajaan Pajajaran.

Cisadane merupakan salah satu sumber mata yang dikelola oleh PDAM Tirta Benteng. Kondisinya tidak selalu baik. Kondisi airnya sudah tercemar zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti mercuri dan bakteri e-coli. Sangat berbahaya jika dikonsumsi langsung.

Sungai Cisadane juga mengalami pendangkalan, mulai dari hulu hingga ke hilir. Hal ini sangat berbahaya. Apalagi sungai sepanjang 126 km ini membelah 44 kecamatan di 5 kabupaten dan kota itu merupakan sumber utama bahan baku pengolahan air bersih untuk masyarakat.

Yuk kita jaga Cisadane. Rawat airnya, meriahkan festivalnya.

Jumat, 17 November 2023

Atas Nama Agama dan Chauvinism, Kita Menghalalkan Darah Orang Lain



Atas nama agama, kita menghalalkan darah bangsa Yahudi atau Palestina. Atas nama kebencian terhadap kaum Rusia, Barat mengijinkan agresi militer. Atas nama ancaman terhadap kedaulatan, bangsa Rusia membumi hanguskan kota-kota di Ukraina.

Cara berpikir primitif itu masih subur tumbuh di abad digital ketika teknologi sudah banyak menggantikan tugas manusia. Naluri primitif merasuki dan menjejali otak untuk melakukan agresi atas nama kesucian agama, solidaritas seakidah, dan kecintaan berlebihan terhadap tanah air.

Itu pulalah yang ada dalam kepala Joe Biden. Presiden Amerika Serikat itu mengacuhkan seruan gencatan senjata yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuannya dengan Biden di Gedung Putih, Senin (13/11/2023). Alih-alih menanggapi usulan gencatan senjata yang disampaikan Presiden Jokowi, Biden mengalihkanny auntuk bicara soal iklim. Bahkan menghubungi Netanyahu dan menyampaikan dukungan usai bertemu Jokowi.

Kita bisa bersaudara karena banyak hal. Kita pun bersaudara karena prinsip ukhuwah insaniyah. Bersaudara sebagai sesama manusia adalah puncak persaudaraan. Ukhuwah insaniyah adalah prinsip luhur yang menyatukan manusia atas dasar penghormatan martabat manusia yang lahir dari ayah dan ibu yang sama, Adam dan Hawa.

Ketika konflik Gaza hanya dilihat dari konflik agama, maka membunuh lawan adalah tugas suci. Manusia diredusir dalam labeling agama. Beda agama, halal untuk dibinasakan, bahkan pada bayi lemah sekalipun.

Mari kita lihat konflik Gaza, Palestina dan Israil, sebagai konflik kemanusiaan yang harus dihentikan. Pertumpahan darah tidak dibenarkan. Di abad modern, diplomasi memiliki peran yang sangat kuat, embargo dan berbagai sanksi ekonomi punya dampak signifikan. Embargo itulah yang memaksa Korea Utara dan sejumlah negara yang meiliki fasilitas nuklir menahan diri.

Atas nama apapun, agresi militer hanya menguntung pedagang senjata dan negara-negara besar yang memiliki motif ekonomi dibalik kejatuhan sebuah negara. Jangan mencederai prinsip luhur kemanusiaan dengan dalil-dalil agama dan retorika chauvinism yang mengembalikan peradaban ke era kejayaan Kekaisaran Roma, Jengis Khan dan pemerintahan aggressor sejenisnya.

Setetes darah manusia, terlalu mahal untuk ditumpahkan sia-sia ke atas bumi. 

Jumat, 07 Juli 2023

Belajar Dari Perancis yang Tidak Lagi Romantik



Sebetulnya Paris sudah lama tidak lagi menjadi romantic city. Banyak turis yang jadi sasaran kejahatan. Sebagai orang Asia kita menduga bahwa melancong ke benua biru pastilah aman. Kenyataannya sebaliknya. Pelakunya umumnya warga lokal. Selain Perancis, Italy dan Spanyol juga tercatat sebagai negara dengan kriminalitas tinggi.

Merujuk pada kerusuhan di Perancis, maka kondisi sosial Perancis sangat rapuh. Sentimen rasial mudah meledak. Kasus kekerasan apapun bisa menjadi trigger amuk massa sebagai pelampiasan stress sosial akibat meningkatnya inflasi dan angka pengangguran di kota mode dunia itu.

Bagaimana dengan Indonesia? Tidak ada jaminan kasus kerusuhan di Paris tidak terjadi di Indonesia. Kita pernah punya pengalaman pahit ketika isu agama dijadikan materi kampanye pilpres, pilkada, bahkan pemilihan ketua osis. Sara adalah racun dahsyat yang mampu menyulut segregasi sosial. In group feeling dalam sekejap berubah menjadi chauvinisme yang membius sekelompok orang dan meyakini ideologinya lebih benar dibandingkan orang lain. Calon kami lebih berhak memimpin dibandingkan calon kalian, dan seterusnya. Cebong, kampret adalah stigma yang membuat “kami” beda dengan “kalian”.

Kita tidak boleh terbuai dengan slogan “NKRI harga mati” atau “Aku Indonesia.” Sikap waspada patut terus dikembangkan. Pemerintah harus berani mengatur bahkan melakukan penegakan hukum terhadap setiap upaya membangun chauvinisme gaya baru. Dilain pihak, masyarakat pun mesti memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya mempertahankan pluralisme. “Bhineka Tunggal Ika” nilai yang tetap relevan kita pertahankan. Jangan biarkan bumi pertiwi dijadikan killing fields demi ego kelompok.

Indonesia pernah diguncang konflik sara. Di era kolonial, beberapa kali etnis Tionghoa menjadi sasaran amuk massa kelompok pribumi. Pada tahun 1999 terjadi konflik agama di Ambon antara Islam dan Kristen. Ketegangan antar dua kelompok agama ini berlangsung lama dan meluas.

Di Sampit pada tahun 2001 terjadi konflik antara Suku Dayak dengan Madura. Human right index kita merosot tajam hampir menyamai negara Afrika yang tengah dilanda konflik antar suku. Potongan tubuh suku Madura di pamerkan di jalan-jalan dan sejumlah media nasinal dan internasional memuat tragedi kemanusiaan ini secara luas.

Di penghujung kekuasaan Orde Baru terjadi kerusuhan yang berakhir dengan tumbangnya rezim Orde Baru. Namun di era itu juga terjadi konflik etnis antara pribumi dengan kelompok Tionghoa. Penjarahan, pembunuhan dan perkosaan terjadi. Tidak ada laporan pasti berapa jumlah korban.

Kasus tersebut buka hanya menorehkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia, tapi mencoreng martabat Indonesia sebagai sebuah bangsa. Kemana perginya bangsa yang santun, ramah dan berbudaya ini?

Pada tahuh 2000 terjadi konflik golongan agama. Kelompok penganut Ahmadiyah dan Syiah dibantai. Masjid dan rumah mereka dibakar. Konflik ini sangat aneh karena kelompok Ahmadiyah dan Syiah telah lama ada di Indonesia dan sejauh ini tidak terjadi gesekan. Hidup damai di tengah perbedaan.

Kasus tadi adalah contoh bahwa simpul persatuan bangsa Indonesia tidak terlalu kokoh. Ada saja pihak yang berusaha mencerai-beraikannya.

Berpulang pada kita sebagai anak bangsa. Tuhan memang menganugerahkan perbedaan bagi bangsa Indonesia. Tugas kita adalah merawatnya.

 

 

Yakin Komunikasi di Kantormu Sehat?



Pertanyaan ini wajib dijawab jujur. Jika kita merasa tidak nyaman dan tidak leluasa menyampaikan pendapat kita maka itu sudah cukup jadi indikasi bahwa komunikasi kita bermasalah. Levelnya berbeda-beda. Mulai dari ringan hingga level “sakit” dan membuat kita depresi. Di level kronis, situasi di kantor senantiasa tegang. Bukan lagi I hate Monday, tapi I hate everyday.

Komunikasi di kantor memang cukup komplek. Minimal ada empat pihak. Atasan, rekan satu tim, bawahan dan costumer atau pihak ketiga yang terkait bisnis kantor kita. Setiap pihak menuntut pola komunikasi berbeda, namun memiliki kesamaan, yakni komunikasi yang asertif.

Dalam dunia psikologi, komunikasi asertif adalah sikap mampu berkomunikasi dengan jujur dan tegas, namun tetap menghargai dan menjaga perasaan orang lain.

Direktur, manager, staf atau office boy adalah jabatan. Jabatan menempati struktur tertentu. Dalam dirinya melekat kewenangan dan tanggung jawab tertentu. Diluar itu sama saja. Jadi, tidak berarti seorang direktur karena memiliki kewenangan besar maka boleh berkata kasar dan merendahkan martabat seorang office boy karena jabatannya paling rendah.

Sikap komunikasi yang agresif hanya melahirkan iklim komunikasi yang sakit dan pasif. Team work sulit terbentuk jika sikap komunikasi yang dominan adalah agresif. Target bisa saja tercapai, tapi lebih karena prestasi individualistik. Kondisi ini rapuh dan melahirkan ketergantungan pada individu tertentu.

Mayoritas persoalan di tempat kerja berakar dari buruknya komunikasi inter personal. Setiap individu sulit untuk mengaktualisasikan dirinya. Situasinya struggle, kompetitif dan transaksional.

Dalam kondisi yang belum kronis maka seorang HR manager dapat melakukan pemulihan kondisi melalui berbagai pertemuan terbuka atau town hall meeting. Namun jika situasinya sudah kronis maka peran pimpinan perusahaan menjadi penentu.

Seburuk apapun situasinya, kita harus mempunyai komitmen personal untuk membangun komunikasi yang sehat (asertif). Lawan bicara yang agresif tidak perlu direspon pasif atau terpancing meladeninya. Disinilah pentingnya integritas. Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Buat saya, penting untuk bersikap santun baik kepada atasan maupun bawahan. Martabat orang tidak ditentukan oleh jabatan. Santun kepada atasan bukan berarti harus menjilat. Baik kepada bawahan tidak harus menjadi sinterklas.

Saya percaya, komunikasi sehat adalah resep agar kita tetap bermartabat. Peradaban itu dimulai dari komunikasi yang equal dan menghormati hak orang lain dan diri sendiri.

Rabu, 05 Juli 2023

Memahami Indonesia Lewat Soto

 



Percaya atau tidak, satu-satunya makanan khas Indonesia dengan varian terbanyak adalah soto. Dalam seminar Soto sebagai representasi cita rasa Indonesia yang diadakan Bekraf Creative Labs tahun 2017, Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof Murdijati Gardjito menyebutkan setidaknya ada 75 variasi soto yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 61 jenis soto atau 81,33 persen di antaranya berada di Pulau Jawa dan Madura. Sisanya tersebar di Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Kalimantan. Sebuah kekayaan kuliner yang luar biasa.

Biasanya penyebutannya diikuti nama daerah. Soto Padang, Soto Banjar, Soto Medan. Setiap sajian soto memiliki ciri khas bumbu atau bahan-bahannya. Betapa kayanya kuliner Nusantara. Tidak salah jika kita bisa memahami Indonesia dari semangkuk soto.

Soto Gombong misalnya. Selain menggunakan ayam suir, soun, toge juga ditambahkan getuk ketela yang terbuat dari singkong kukus dan dihaluskan lalu diberi bumbu dan digoreng sampai garing. Getuk, lanting adalah penganan dari singkong yang merupakan oleh-oleh khas Kebumen dan kota sekitarnya.

Soto dengan bumbu paling banyak adalah Soto Padang. Terdapat 16 bumbu di dalamnya. Wuih rasanya “rame banget”. Ciri khas dari soto Padang adalah isian dendeng kering yang dipotong kecil-kecil, perkedel dan kerupuk berawarna merah. Berikan sedikit jeruk peras… wow rasanya segar dan gurih.

Lain lagi dengan Soto Banjar yang legendaris. Kuahnya yang keruh menggunakan campuran susu kental manis atau telur. Aroma rempahnya sangat menggoda. Pilih Rumah makan yang terletak di pinggir Sungai Martapura, Banjarmasin. Dijamin akan jadi pengalaman tak terlupakan.

Jadi, jika anda traveling ke suatu daerah, jangan lupa coba sotonya. Pelajari ingridients-nya, cicipi rasanya. Disana Anda akan bertemu kearifan lokal.

Dalam berbagai penelitian antroplogi kuliner, soto adalah makanan kaum pribumi kelas menengah bawah. Umumnya berisi jeroan, berlemak dan dinilai orang Belanda tidak higienis. Umumnya dijual dengan menggunakan pikulan. Dijual di pasar atau persimpangan jalan dekat alun-alun.

Dalam perkembangannya, soto pun “naik kelas.” Di beberapa varian, tidak menggunakan daging jeroan, disajikan lebih higienis, dijual direstoran dan dinikmati berbagai kalangan.

Jujurly… Jika ada pilihan berbagai menu makan siang, saya pasti akan pilih soto. Nikmatnya.. seng ada lawan…

Wonderfull Indonesia..

Anak Pejabat Negara, Sukanya Bikin Huru Hara

 




Anak pejabat negara Sukanya bikin huru-hara. Penggalan lirik dari rapper Young Lex yang memiliki konteks sindiran terhadap anak yang terlahir dari keluarga pejabat membuat keributan di tengah masyarakat. Mereka berani melakukan hal tersebut karena sudah tertanam mindset bahwa “gua punya backingan”. Dari mindset tersebut akan terbentuk mental “sombong” yang sering kali meremehkan orang-orang disekitarnya.

Sebenarnya fenomena ini sudah lama terjadi dan terus ada sampai saat ini. Dari zaman presiden Soeharto yang saat itu anaknya yang Bernama Tommy Soeharto melakukan penembakan kepada hakim Syafiudin Kartasasmita. Dari kasus tersebut Tommy dihukum 20 tahun penjara. Kemudian yang terbaru, kasus Mario Dandy yang merupakan anak salah satu petinggi pajak. Dia melakukan tindak kekerasan yang membuat korbannya tidak sadarkan diri hingga mengalami kondisi koma.

Aksi tersebut sebenarnya dilandasi rasa jumawa seorang anak dari latar belakang keluarga terpandang yang kali ini dari kalangan pejabat. Mereka merasa bahwa tidak ada yang perlu ditakuti karena posisi atau jabatan dari orang tuanya yang cukup tinggi membuat tidak berjalannya hukum atau dengan kata lain “kebal hukum”.

Terlihat dari proses penyidikan yang berlarut-larut, “treatment” apparat yang terlihat mengistimewakan membuat stigma masyarakat kepada anak pejabat negara “kebal hukum” terasa nyata.

Selasa, 04 Juli 2023

Fanatisme Melahirkan Loyalisme

 



Seperti cinta remaja yang biasa disebut “bucin” atau budak cinta. Dimana kondisi tersebut membuat adanya ikatan emosional antara pasangan yang sudah bisa membedakan baik atau buruknya sikap dan juga selalu patuh tanpa menilai benar atau tidaknya. Seseorang yang sudah terkena efek “bucin” akan mempunyai perasaan kepemilikan yang luar biasa kepada pasangannya. Mereka akan melakukan apa pun yang membuat pasangannya menjadi senang atau tidak marah dengan dia.

Hal tersebut sama seperti fanatisme. Jika dilihat penjelasan dari beberapa tokoh dunia seperti Winston Curchill yang mengatakan Seseorang fanatisme tidak akan bisa mengubah pola pikir dan tidak akan mengubah haluannya". Bisa dikatakan seseorang yang fanatik memiliki standar yang ketat dalam pola pikirnya dan cenderung tidak mau mendengarkan opini maupun ide yang dianggapnya bertentangan.

Situasi tersebut banyak terjadi di kelompok agama. Rasa kepemilikan yang hebat dan akan melakukan segala hal yang diperintahkan dari guru atau tokoh agama tersebut. Padahal pada kenyataannya, Tidak ada satupun agama yang mengajarkan tentang keburukan seperti saling benci, saling bunuh, atau pun tidak saling sayang antar makhluk hidup.

Tetapi beberapa orang yang dianggap “tokoh” di kelompok agama tertentu yang menciptakan rasa fanatisme yang melahirkan sikap loyalisme. Sudah banyak kasus beberapa kelompok yang fanatik terhadap satu “tokoh” yang menyebarkan kesesatan dalam beragama seperti Panji Gumilang dan Lia Eden. Kekuatan mereka dalam mengendalikan emosi para pengikutnya dari paham-paham beragama dan juga sikap yang ditunjukan, membuat kelompok tersebut timbul rasa yakin dengan apa dikatakan tokoh tersebut.

Seperti ”bucin”, mereka cenderung merasa para tokoh tersebut selalu benar dan pantas menjadi panutan. Ikatan emosi, keyakinan, dan loyalitas menjadi hasil dari rasa fanatisme mereka.  

Senin, 03 Juli 2023

Setiap Hari Adalah Istimewa



Manusia modern, khususnya kaum urban terbiasa memikirkan target jangka panjang. Begitu kompleks dan tidak saling menunjang. Target personal, target pekerjaan, keluarga, bahkan komunitas. Saling berbedar dan melahirkan stress hebat jika tidak sanggup mengelolanya.

Kita tidak lagi berkesadaran penuh terhadap apa yang dilakukan. Tubuh di Jakarta, pikiran melayang jauh di Surabaya, atau tempat lain. 

Ketika kita jalani hari dengan tenang dan melakukan seluruh kegiatan dengan kesadaran penuh maka meneguk segelas air pun menjadi terasa anugerah luar biasa. Pasien sakit ginjal dan jantung dibatasi minum. Sejumlah penduduk dunia di belahan Afrika dan Asia Tengah dan Selatan kesulitan mendapatkan air bersih. 

Setiap hari tidak ada peristiwa yang sama. Jangankan hari atau jam, setiap detik pun berbeda. Tidak satupun sanggup meramalkan, walaupun, kita bekerja di kantor yang sama dan melalui jalan yang sama.

Setiap saat adalah anugerah. Tidak ada alasan untuk berkeluh-kesah apalagi melontarkan sumpah serapah. Nikmati sarapan yang tersedia sebagai rejeki dari Allah pagi ini. Hadapi saja kemacetan lalu-lintas sebagai peristiwa biasa di perkotaan. Riuh klakson dan suara knalpot jadikan sebagai musik latar untuk kegiatan meditasi perjalanan secara mendalam. Setiap saat selalu tersaji amazing moment. Mulai dari ekspresi pedagang di jalanan, penumpang kendaraan umum yang duduk di depan kita, pekerjaan baru dan banyak peristiwa luar biasa. 

Daripada stress dan mengumpat kasar, kita siasati kemacetan dengan berangkat lebih pagi, tidak membuat appointment pada jam macet, atau sesekali kita menempuh jalan yang berbeda. Terkadang kita kaget dengan banyaknya perubahan ketika beberapa bulan tidak lagi melewati jalan itu. 

Percaya tidak, jika dinikmati dengan sungguh-sungguh, segelas teh di sore hari tetap istimewa dan tak pernah mengecewakan, padahal selalu diminum setiap hari. 

Saya baru saja menemukan spot baru untuk menulis, membuat sketsa atau sekadar berbincang dengan keluarga. Spot menarik di tengah kota di belakang sebuah cafĂ© di pinggir danau. Riak air dan lambaian dedaunan hijau serta hembusan angin sepoi-sepoi terasa sangat memanjakan dan membuat pikiran jadi lebih segar. Saya yakin ada banyak hidden gem seperti itu di sekitar Anda. 

Keresahan sering tidak terelakan ketika kita sepenuh menyerahkan hasil kerja pada superioritas personal, seakan tidak ada campur tangan Tuhan. Semakin sering mengeluh, maka semakin tumpul kemampuan kita untuk mensyukuri rejeki yang kita peroleh.

“Make every day special. Own it. Enjoy it. Bask in the glory of life. Appreciate the gift of your own life.”

— Donna Fargo

Selasa, 09 Mei 2023

Korupsi Dan Mahar Politik



Publik kembali dibuat geger dengan mencuatnya berita bacaleg Partai Demokrat Dapil Jabar yang memutuskan mundur gara-gara diminta menyetor mahar politik ke DPP Partai Demokrat. Angka yang fantastis diduga menjadi penyebab seorang bacaleg bernama Didin Supriadin memutuskan untuk mundur dari pencalonan sekaligus keluar dari keanggotaan Partai Demokrat. Mahar politik memang isu usang. Tapi nurani kita tetap terasa ditikam setiap kali isu mahar politik kembali dibuka ke publik.

Berapa besar mahar yang diminta? Menurut pemberitaan media massa ketika pendaftaran bacaleg Didin dan bacaleg lainnya sudah diwajibkan menyetor sebesar Rp 32.5 juta. Setelah itu diwajibkan menyetor mahar Rp 100 juta untuk dana saksi partai. Nah karena dia berada di urutan No 1, maka dia juga diwajibkan untuk menambah mahar lagi sebesar Rp 500 juta. Itu baru diawal. Bagaimana dengan kebutuhan logistik seperti spanduk, baliho, kaos, panggung, konsumsi, uang operasional dan fee tim sukses, saksi lapangan, dan biaya lainnya? Dipastikan, untuk tingkat DPRD Tingkat 1 minimal menghabiskan biaya Rp 5 milyar lebih. Fantastis!

Mahalnya biaya politik sebetulnya terjadi diseluruh parpol dan seluruh pencalonan, legislatif, eksekutif, bahkan di DPD sekalipun. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk kontestasi calon Gubernur? Untuk wilayah Propinsi Bangka Belitung saya mendapat informasi dari seorang timses mencapai Rp 100 Milyar.

Mahalnya biaya politik ini adalah cikal bakal tindakan koruptif dari seorang pejabat. Agenda utama seorang politisi ketika terpililih adalah mengembalikan biaya politik selama masa jabatannya. Atau, memberikan proyek atau berbagai previlege kepada “cukong” yang sudah mendanai kegiatan politiknya.

Kepentingan “cukong” dipastikan akan menyandera pejabat. Kontrol proyek akan dikendalikan oleh cukong sehingga proses tender hanya basa-basi saja. Sedangkan nama pemenangnya sudah dikantong.

Melihat proses politik seperti itu kita seperti sedang menonton sinetron Indonesia. Ujungnya sudah bisa ditebak, yakni mengeruk uang negara sebanyak mungkin.

Muncul ungkapan sinis setiap ada pejabat publik yang diciduk KPK, Polri atau Kejaksaan. “Ah, itu lagi sial aja”. Ada semacam keyakinan di benak masyarakat bahwa hampir seluruh pejabat publik itu korupsi.

Dengan tingginya biaya politik maka sulit mencari politisi yang murni terjun ke kancah poitik hanya demi mengabdi untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Banyak dari politisi yang rekam jejaknya tidak patut untuk duduk di kursi empuk pejabat. Namun karena kemampuannya untuk membeli suara, maka libodo kekuasaan pun terlampiaskan.

Proses Pemilu bak permainan monopoli kekuasaan di antara para elit partai. Rakyat hanya jadi penonton saja. Dunia politik kita tengah sakit kronis. Celakanya kondisi ini tidak disadari, diabaikan, bahkan disanjung tengah berada di iklim demokrasi yang sehat…

Senin, 08 Mei 2023

Kejahatan Menggila, Tak Ada Lagi Kontrol keluarga



Keluarga AKBP Achiruddin Hasibuan bukan keluarga sembarangan. Achiruddin adalah seorang perwira menengah POLRI, kakak kandungnya Ongku Hasibuan adalah anggota Komisi 3 DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Yang membuat miris, isteri Achirudin, Yeti Kurniati, kakak Aditya Hasibuan, Arya Hasibuan, Kakak kandung Achiruddin Ongku Hasibuan (anggota Komisi  DPR RI), dan Sri Puji Hasibuan kompak membela Achiruddin dan anaknya Aditya dengan mengatakan bahwa yang terjadi adalah duel, perkelahian satu lawan satu. Bukan penganiayaan. Allah tengah membuka aib keluarga tersebut. Taka da satu pun yang mengingatkan ke jalan yang benar.

Terlepas dari proses hukum yang tengah berlangsung, yang menjadi catatan saya adalah keluarga Achiruddin ini menilai “wajar” penyelesaian konflik dengan cara duel. Peran Achiruddin sebagai polisi tidak berfungsi sama sekali, bahkan ia melarang upaya orang yang bermaksud melerai. Hal sama juga diungkapkan Ongku Hasibuan, anggota Komisi 3 DPR RI. Tidak ada satupun anggota keluarga yang menjadi kontrol bagi anggota keluarganya.

Ketika Achiruddin memiliki kekayaan tidak wajar, bahkan tanpa merasa malu mereka turut menikmati dan memamerkannya. Lagi-lagi fungsi kontrol keluarga pun sudah tidak berjalan.

Achiruddin adalah salah satu contoh terkini saja, sebelumnya banyak kasus pejabat, isteri dan anaknya pamer kekayaan. Mereka menikmati harta haram tersebut secara berjamaah. Ironisnya, ketika korupsi terbongkar, mereka pun sibuk ikut menyangkal bahkan memberikan label “dizholimi”.

Jika pola nilainya seperti itu, maka pemidanaan tidak melahirkan efek jera. Suami terkena operasi tangkap tangan, tak berselang lama isteri atau anaknya menyusul ke penjara.

Seorang sosialita memamerkan tas Hermes di Jakarta, apalagi di kawasan elit seperti SCBD, bukan hal luar biasa. Para sosialita berinteraksi dengan orang yang secara status sosial nyaris setara. Tapi jika seoarang Kepala Dinas Kesehatan di Lampung, atau Sekda Riau yang daerahnya secara ekonomi didominasi masyarakat menengah bawah memamerkan tas Hermes dan mobil Alphard terasa mencolok mata dan melukai rasa keadilan. Rasa malu sebagai benteng terakhir keimanan telah runtuh. Mereka lupa, atau tidak peduli, bahwa perilaku seperti itu bak membuka aib sendiri di muka umum.

Uang haram itu sejatinya hanya mengotori darah seluruh keturunan sehingga tidak patut dibawa ke rumah. Harta haram tidak membawa berkah. Namun yang terjadi kini sebaliknya, harta haram justru ditunggu seisi rumah. Polisi pangkat rendah kaya disanjung bak raja. ASN eselon menengah dipuja keluarga karena berhasil mengangkat derajat keluarga kekayaan dari hasil hasil menjarah kas negara.

Keluarga sebagai kontrol terakhir akhlak manusia sudah mulai runtuh. Pesan isteri ke suaminya pun kini berbunyi seperti ini “korupsilah sebanyak mungkin pak, tapi jangan sampai tertangkap.”

Astagfirullahhaladzim…

Kenapa Depok Disebut Kota Petir?

  Depok tercatat dalam Guinness Book of World Record sebagai kota dengan petir paling ganas di dunia. Dari hasil penelitian Prof. Dr. Ir. Di...