Tampilkan postingan dengan label Pejabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pejabat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juli 2023

Anak Pejabat Negara, Sukanya Bikin Huru Hara

 




Anak pejabat negara Sukanya bikin huru-hara. Penggalan lirik dari rapper Young Lex yang memiliki konteks sindiran terhadap anak yang terlahir dari keluarga pejabat membuat keributan di tengah masyarakat. Mereka berani melakukan hal tersebut karena sudah tertanam mindset bahwa “gua punya backingan”. Dari mindset tersebut akan terbentuk mental “sombong” yang sering kali meremehkan orang-orang disekitarnya.

Sebenarnya fenomena ini sudah lama terjadi dan terus ada sampai saat ini. Dari zaman presiden Soeharto yang saat itu anaknya yang Bernama Tommy Soeharto melakukan penembakan kepada hakim Syafiudin Kartasasmita. Dari kasus tersebut Tommy dihukum 20 tahun penjara. Kemudian yang terbaru, kasus Mario Dandy yang merupakan anak salah satu petinggi pajak. Dia melakukan tindak kekerasan yang membuat korbannya tidak sadarkan diri hingga mengalami kondisi koma.

Aksi tersebut sebenarnya dilandasi rasa jumawa seorang anak dari latar belakang keluarga terpandang yang kali ini dari kalangan pejabat. Mereka merasa bahwa tidak ada yang perlu ditakuti karena posisi atau jabatan dari orang tuanya yang cukup tinggi membuat tidak berjalannya hukum atau dengan kata lain “kebal hukum”.

Terlihat dari proses penyidikan yang berlarut-larut, “treatment” apparat yang terlihat mengistimewakan membuat stigma masyarakat kepada anak pejabat negara “kebal hukum” terasa nyata.

Jumat, 24 Februari 2023

Kaya, Berkuasa, Lalu Semena-mena



Pekan ini publik digegerkan oleh kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio terhadap Cristalino David Ozora alias David (17 tahun). Saat tulisan ini dibuat, kondisi korban koma dan masih dalam perawatan intensif.

Publik pun penasaran. Siapa gerangan Mario Dandy,  pemuda bengis seperti dalam video yang tersebar luas itu? Dari sosial medianya, pelaku adalah seorang pemuda yang gemar pamer kemewahan (flexing). Naik motor Harley Davidson, Jeep Rubicon sekaligus drop out dari Sekolah Taruna Nusantara.

Mario Dandy ini putra Rafael Alun Trisambodo, Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan II Jakarta Selatan. Yang mencengangkan, sang pengabdi pajak eselon III ini mencatatkan kekayaan di LHKPN sebesar Rp 56 Milyar, tanpa memiliki hutang. Secara netto, lebih “tajir” dari Menkeu Sri Mulyani yang membukukan kekayaan sebesar Rp 58 milyar, tapi punya hutang Rp 10 milyar. KPK mencium ada indikasi tidak wajar dan segera akan memanggil Rafael. Sulit dipahami jika seorang eselon III bisa menumpuk harta sebesar itu, apalagi sebagian besar hartanya dalam bentuk tanah dan diperoleh secara hibah.

Sri Mulyani bereaksi cepat. Dia perintahkan Rafael untuk dipecat, dan yang bersangkutan pun, belakangan mengundurkan diri sebagai ASN. Selain itu, ia pun memerintahkan pemeriksaan oleh internal Direktorat Jenderal Pajak terkait kewajaran harta kekayaan Rafael.

Kasus flexing sang pengabdi pajak ini seakan mempertanyakan reformasi di jajaran Kementerian Keuangan yang kerap digaungkan setelah hebohnya kasus Gayus Tambunan, pegawai rendahan Dirjen Pajak berumur 31 tahun, namun berhasil memiliki kekayaan secara tidak wajar lebih dari Rp 70 milyar. Itu pun baru yang terungkap. Peningkatan renumerasi pegawai pajak tidak mampu membendung hasrat kotor korupsi dan hedonisme.

Perilaku ugal-ugalan anak pejabat bukan hanya terjadi di Jakarta, beberapa hari sebelumnya juga terjadi di Jambi. Seorang anak remaja pria berumur 17 tahun ketahuan menyalah gunakan sedan Camry ibunya, seorang pejabat di sekretariat DPRD Jambi. Mobil plat merah itu menambrak tiang listrik PJU dan dari dalam mobil juga dipergoki seorang anak gadis tanpa busana. Ampun deh…

Flexing alias pamer kekayaan oleh anak pejabat dan perilaku brutal, bukan hanya melukai korban langsung, tapi juga seluruh masyarakat. Pamer kekayaan di tengah masih banyaknya orang yang terjerat kemiskinan menjadi indikasi matinya hati nurani.

Semoga kasus ini menjadi pintu masuk untuk memeriksa kekayaan pejabat yang memiliki harta tak wajar. Bukan hal baru bagi KPK, jika pengusaha kerap menyuap pejabat dengan hadiah berupa motor besar dan mobil mewah.

Sumpah ketika dilantik ASN cuma seremoni, karena itikadnya bukan untuk mengabdi, tapi hidup mudah dengan cara gegabah..

Kenapa Depok Disebut Kota Petir?

  Depok tercatat dalam Guinness Book of World Record sebagai kota dengan petir paling ganas di dunia. Dari hasil penelitian Prof. Dr. Ir. Di...